|| tembawang news ||

welcome

Lorem Ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry. Lorem Ipsum has been the industrys standard dummy text ever since the 1500s, when an unknown printer took a galley of type and scrambled it to make a type specimen book. It has survived not only five centuries, but also the leap into electronic typesetting, remaining essentially unchanged. It was popularised in the 1960s with the release of Letraset sheets containing Lorem Ipsum passages, and more recently with desktop publishing software like Aldus PageMaker including versions of Lorem Ipsum.

Negeri Illegal dalam Negara Legal



Pemberitaan media massa beberapa tahun belakangan ini sarat dengan berbagai pemberitaan kegiatan-kegiatan illegal. Mulai dari minyak illegal yang mengapung di perairan Indonesia dan Internasional, pertambangan illegal, penebangan illegal, buruh migran illegal, bangunan illegal. Sampai (maaf) kolor dan bh illegal beredar di negara ini. Melalui perdaganan roma (rombengan malaysia) atau yang orang pontianak sebut dengan lelong (mungkin berasal dari paduan kata lelang rombengan..?). Yang cukup hebat (kalau boleh dahsyat) ada tempat ibadah illegal dan agama illegal.
Beberapa aktivitas illegal ini sepertinya cukup aman dan berlangsung dengan meriah. Misalnya perdagangan premium dan gasoline (minyak tanah) illegal yang berlangsung cukup meriah dengan panjangnya antrian girigen korban kelangkaan minyak. Tak kurang Avtur yang diangkut dengan kendaraan dinas salah satu anggkatan bersenjata RI, juga beredar dikalangan pembalap illegal. Kiatanya fungsinya seperti nitro. Bagaimana dengan pesawat tempur yang terbang secara legal tetapi bahan bakarnya kurang beberapa liter. Bila di darat dikenal istilah bensin campur, campuran bensin dan dorong (bila mogok kehabisan bahan bakar). Maka pesawat kita, avtur campur, campur jatuh. ??? malangnya.
Kembali ke rombengan malaysia yang berbahan baku kain. Ternyata juga ada perdagangan illegal lainnya yang masuk ke Malaysia dan kemudian menjadi sah dengan stempel negeri jiran. Kita tetap jual kain, Kayu Illegal Indonesia atau Kayu Asal Indonesia.
Perkara perdagangan kayu illegal memang nampaknya menjadi semacam mainan kelompok tertentu. Bila boleh disamakan dengan judi. Semua orang tahu bahwa judi dilarang, setidaknya di oleh agama dan negara Indonesia. Tetapi cukup banyak pengemarnya sehingga agak sulit diberantas.
Biasanya judi menjadi legal ketika aparat setempat membuat kebijakan membuat gelanggang khusus judi. Kalau judi ayam sambung bisanya disebut kelang sabung.
Tetapi untuk kasus kayu. Apa bisa di buatkan gelanggang khusus illegal logging. Kalau memang ini bisa dibuat dan dibenar dibuat, jadilah dia negeri illegal di dalam negara legal. Karena areal hutan yang di tebang illegal sleuas negara legal. Ada ada saja ……….. ????

Meneropong Kalbar Pasca Pilgub 2007


 Beberapa bulan kedepan, masyarakat Kalimantan Barat akan terlibat langsung dalam pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Barat untuk 5 tahun kedepan (2008-2012).
Bukan lagi menjadi rahasia, beberapa pasangan telah berusaha keras " mempromosikan diri " menjadi calon pasangan pemimpin Kalimantan Barat.
Tidak terlupakan masyarakat yang selama ini tinggal dan hidup di dalam dan sekitar hutan (meminjam kalimat yang sering dipergunakan pemerintah). Poster atau spanduk bahkan baju-baju kaos oblong yang biasanya dipergunakan untuk keladang / kebun / sawah dengan gambar pasangan calon pemimpin provinsi. Isu pimpinan dari etnis tertentu atau agama tertentu paling sering di dengar. 
Layak kita perhatikan salah satu isu yang agak berbeda, isu hak petani dan hak tanah, pendidikan menjadi alat kampanye salah satu calon.
Namun sudahkan masyarakat yang selama ini mengalami tekanan, usiran dan tuduhan perusak alam melihat adanya bakal calon yang memperhatikan nasib mereka. Kita lebih senang memilih yang nampaknya hebat, gagah, dan "berpengalam" untuk menjadi pilihan.
Bila melihat laporan survei LSI beberapa waktu lalu, salah satu calon kuat adalah Gubernur saat ini, yang memang terbukti lemah menegakan hutan di bidang kehutanan dan lingkungan hidup. Cukup banyak berita media massa dan audio visual tentang ini.
Calon lain dari etnis terbesar kalimantan, juga tidak memiliki catatan keberhasilan yang cukup menjanjikan di ilayah dimana belaiu sekarang berkuasa.
Mungkinkah rakyat Kalbar memiliki kedewasaan dan kecerdasan dalam memilih siapa pemimpinnya.
masih ada waktu beberapa bulan lagi untuk makin cerdas.