Tidak terlupakan masyarakat yang selama ini tinggal dan hidup di dalam dan sekitar hutan (meminjam kalimat yang sering dipergunakan pemerintah). Poster atau spanduk bahkan baju-baju kaos oblong yang biasanya dipergunakan untuk keladang / kebun / sawah dengan gambar pasangan calon pemimpin provinsi. Isu pimpinan dari etnis tertentu atau agama tertentu paling sering di dengar.
Layak kita perhatikan salah satu isu yang agak berbeda, isu hak petani dan hak tanah, pendidikan menjadi alat kampanye salah satu calon.
Namun sudahkan masyarakat yang selama ini mengalami tekanan, usiran dan tuduhan perusak alam melihat adanya bakal calon yang memperhatikan nasib mereka. Kita lebih senang memilih yang nampaknya hebat, gagah, dan "berpengalam" untuk menjadi pilihan.
Bila melihat laporan survei LSI beberapa waktu lalu, salah satu calon kuat adalah Gubernur saat ini, yang memang terbukti lemah menegakan hutan di bidang kehutanan dan lingkungan hidup. Cukup banyak berita media massa dan audio visual tentang ini.
Calon lain dari etnis terbesar kalimantan, juga tidak memiliki catatan keberhasilan yang cukup menjanjikan di ilayah dimana belaiu sekarang berkuasa.
Mungkinkah rakyat Kalbar memiliki kedewasaan dan kecerdasan dalam memilih siapa pemimpinnya.
masih ada waktu beberapa bulan lagi untuk makin cerdas.
